Potong Leher Ayah Kandungnya Sendiri, Warga Lamteng Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

By Lintas Merah 22 Mar 2021, 20:30:30 WIB Lampung Tengah
Potong Leher Ayah Kandungnya Sendiri, Warga Lamteng Diduga Mengalami Gangguan Jiwa

Lampung Tengah, LM (SMSI)- Pembunuhan terdahap orang tua kandung gegerkan  Lampung Tengah hari ini. Seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan tega memenggal leher orang tuanya sendiri hingga putus. Kejadian keji tersebut terjadi di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, wilyah barat Kabupaten Lampung Tengah pada sekitar pukul 14:00 WIB, Senin (22/3/2021).

Kapolsek Kalirejo Ajun Komisaris Polisi Edi Suhendra, saat dihubungi wartawan, membenarkan ada kejadian tersebut. namun ia belum bisa menceritakan kejadian pastinya. “Kalo untuk informasi, silahkan hubungi Kapolres saja”, singkat Kapolsek.

Dihimpun dari berbagai sumber, salah satu warga sendang Agung, Tamrin saat dikonfirmasi, juga membenarkan ada kejadian tersebut. dirinya mengatakan bahwa kerjadian tersebut, saat sang ayah Selamet yang berumur sekitar 69 tahun (korban red) sedang duduk dirumah. Kemudian tiba- tiba pelaku yang diketahui merupakan anak kandungnya datang lalu memenggal kepala orang tuanya dari belakang hingga putus.

Setelah memenggal leher ayahnya, pelaku juga sempat menenteng kepala ayahnya keliling dengan sambil berkata “Bapak saya mat”. Selain itu juga beberapa warga sempat mengungkapkan bahwa pelaku tersebut mempunyai gangguan jiwa yang sudah lama dideritanya, ucap warga.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan hasil informasi sementara PK mengalami gangguan jiwa. "Informasinya mengalami gangguan jiwa. Tapi kita tidak begitu percaya begitu saja. Masih perlu observasi," katanya.

Popon melanjutkan, sebelum kejadian sekitar pukul 14.00 WIB sang anak sempat berpamitan hendak memenggal kepala ayahnya. "Katanya sih sempat pamitan memenggga kepala ayahnya. Kepala sang ayah ditebas dari belakang hingga putus. Bahkan dicacak dan ditenteng-tenteng," ujarnya.

Selain itu, kata Popon, ada informasi tersangka ini takut disantet ayahnya. "infonya juga katanya takut ayahnya menyantet dirinya. Makanya sebelum disantet, mungkin duluan menghabisi orang tuanya. Tapi semua belum pasti karena tidak ada saksi mata yang menyaksikan pemenggalan," ungkapnya. (**/red)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment