16 Bulan Musa Ahmad Pimpin Lamteng, Banyak Perubahan dan Kemajuan Hingga Tingkat Desa

By Lintas Merah 01 Jun 2022, 19:07:23 WIB Lampung Tengah
16 Bulan Musa Ahmad Pimpin Lamteng, Banyak Perubahan dan Kemajuan Hingga Tingkat Desa

Lampung Tengah, LM (SMSI)- Kepemimpinan Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad, dalam kurun waktu lebih kurang 16 bulan terakhir berdampak pada kemajuan daerah dengan tak ada lagi predikat kampung tertinggal di kabupaten itu.

Berdasarkan indeks desa membangun (IDM) 2021, setidaknya ada tiga kampung dengan status tertinggal di Lampung Tengah, yakni Mataram Ilir, Tawang Negeri dan Kota Batu. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK), Fathul Arifin, memaparkan, berdasarkan hasil pemutakhiran data IDM 2022, status tiga kampung tertinggal di Lamteng sudah tak lagi ada.

Bahkan, tak hanya menghapus status tiga kampung tertinggal, Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Musa Ahmad juga meningkatkan status kampung berdasarkan IDM mulai dari kampung mandiri, maju dan berkembang. “Tahun 2021 Lampung Tengah hanya ada 3 Kampung berstatus mandiri, di tahun 2022 ini menjadi 16 Kampung yang berstatus Mandiri,” jelas Fathul Arifin, Senin (30/5/2022).

Ditambahkan Fathul kampung berstatus maju yang di 2021 berjumlah 121 kampung di 2022 meningkat berjumlah 147 kampung. “Sementara kampung berkembang berdasarkan IDM 2021 sebanyak 174 kampung, berdasarkan IDM 202 jumlahnya turun menjadi 138 kampung,” jelas mantan Camat Terbanggi Besar itu.

Keberhasilan melepaskan status Kampung tertinggal dan menaikkan jumlah kampung mandiri di Lampung Tengah menurut Fathul, merupakan wujud komitmen Bupati Musa Ahmad dalam upaya memaksimalkan pembangunan di kampung-kampung yang ada, dengan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi pembangunan yang tepat untuk kampung sesuai dengan partisipasi dan karakteristik kampung.

Indeks Desa Membangun merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan 3 indeks yaitu Indeks Ketahanan Sosial (pendidikan, kesehatan, modal, sosial, permukiman), Indeks Ketahanan Ekonomi (keragaman produksi masyarakat, akses pusat perdagangan dan pasar, akses logistik, akses perbankan, keterbukaan wilayah) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (kualitas lingkungan, bencana alam dan tanggap bencana).

Indeks Desa Membangun (IDM) digunakan oleh pemerintah sebagai alat untuk mengukur status perkembangan suatu kampung, sehingga rekomendasi kebijakan yang diperlukan akan lebih tepat sasaran. Indeks desa membangun juga digunakan sebagai pemetaan ketersediaan data dalam upaya optimalisasi pembangunan kampung. (**)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment